Akademik


TATAKRAMA DAN TATA TERTIB

KEHIDUPAN SOSIAL SEKOLAH BAGI SISWA

TATA TERTIB SISWA

KETENTUAN UMUM

  1. Tatakrama dan tata tertib sekolah ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa dalam bersikap dan bertingkah laku, berucap, bertindak, dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif.
  2. Tatakrama dan tata tertib sekolah ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar, yang meliputi: nilai ketakwaan, sopan santun pergaulan, kedisiplinan dan ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerapian, kemanan, dan nilai-nilai yang mendukung kegiatan belajar yang efektif.
  3. Setiap siswa wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tatakrama dan tata tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran.

Pasal 1

PAKAIAN SEKOLAH

  1. Pakaian Seragam

Siswa wajib mengenakan pakaian seragam sekolah dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. a. Umum

1) Sopan dan rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku

2) Baju warna putih, bawahan berwarna biru untuk tiap Senin ,Selasa, dan Rabu

3) Memakai badge OSIS dan identitas sekolah

4)  Topi sekolah sesuai dengan ketentuan, ikat pinggang warna hitam

5)  Kaos kaki warna putih, sepatu warna hitam

6) Pakaian tidak terbuat dari kain yang tipis dan tembus pandang, tidak ketat dan tidak membentuk tubuh

7)  Tidak mengenakan perhiasan yang mencolok

  1. b. Khusus Laki-laki

1)  Baju dimasukkan ke dalam celana

2) Celana Panjang

3) Celana dan lengan baju tidak digulung

  1. c. Khusus Perempuan

1) Baju dimasukkan ke dalam rok

2) Panjang rok sampai dengan mata kaki

3) Bagi yang berjilbab, mengenakan jilbab berwarna putih

4) Tidak memakai perhiasan atau asesoris yang mencolok

5) Lengan baju tidak digulung

  1. Pakaian Olah Raga

Untuk mata pelajaran olah raga siswa wajib memakai pakaian olah raga yang ditetapkan sekolah.

  1. Pakaian Lainnya

Yang dimaksud pakaian lainnya adalah

  1. Pakaian Pramuka digunakan setiap hari Sabtu dengan ketentuan pakaian mengacu pada ketentuan seragam Pramuka dan Batik sekolah pada Kamis.
  2. Pakaian muslim digunakan setiap hari Jumat bagi siswa muslim dengan ketentuan: laki-laki menggunakan kemeja Koko berwarna putih dan celana panjang warna gelap, dan perempuan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih, rok panjang warna gelap, dan berkerudung putih.

Pasal 2

RAMBUT, KUKU, TATO, MAKE-UP

  1. Umum

Siswa dilarang :

  1. Berkuku panjang
  2. Mengecat rambut dan kuku
  3. Bertato
  1. Khusus Siswa Laki-laki
    1. Tidak berambut panjang
    2. Tidak bercukur gundul
    3. Rambut tidak berkucir
    4. Tidak memakai cincin, kalung, anting, dan gelang
  1. Khusus Siswa perempuan

Tidak memakai make-up atau sejenisnya kecuali bedak tipis

Pasal 3

MASUK DAN PULANG SEKOLAH

  1. Siswa wajib hadir di sekolah sebelum bel berbunyi.
  2. Siswa terlambat datang kurang dari 15 menit harus lapor kepada guru piket dan diizinkan masuk kelas.
  3. Siswa terlambat datang ke sekolah lebih dari 15 menit harus lapor kepada guru piket dan tidak diperkenankan amsuk kelas pada pelajaran tersebut.
  4. Selama pelajaran berlangsung dan pada pergantian jam pelajaran siswa tetap berada di kelas dalam keadaaan tenang.
  5. Pada waktu istirahat siswa sebaiknya berada di luar kelas.
  6. Pada waktu pulang siswa diwajibkan langsung meninggalkan sekolah menuju rumah kecuali bagi siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau kegaiatan sekolah lainnya.
  7. Pada waktu pulang siswa dilarang duduk-duduk (nongkrong) di tepi-tepi jalan atau di tempat-tempat tertentu.

Pasal 4

KEBERSIHAN, KEDISIPLINAN, DAN KETERTIBAN

  1. Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.
  2. Setiap tim piket kelas yang bertugas harus menyiapkan dan memelihara perlengkapan kelas yang terdiri dari dari:
    1. Penghapus papan tulis, penggaris, dan kapur tulis
    2. Taplak meja dan bunga
    3. Sapu ijuk, pengki plastik, dan tempat sampah
    4. Lap tangan, alat pel, dan ember cuci tangan
  3. Tim piket kelas mempunyai tugas:
    1. Membersihkan lantai dan dinding serta merapikan bangku-bangku dan meja sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
    2. Mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran, misalnya: mengambil kapur tulis, membersihakan papan tulis, dll.
    3. Melengkapi dan merapikan hiasan dinding kelas, seperti bagan struktur organisasi kelas, jadwal piket, papan absensi, jadwal pelajaran, dan hiasan lainnya.
    4. Memasang taplak meja guru dan hiasan bunga.
    5. Menulis papan absensi kelas
    6. Melaporkan kepada guru piket yang menyangkut ketidakhadiran siswa, tindakan-tindakan pelanggaran di kelas dan yang menyangkut kebersihan dan ketertiban kelas, misalnya corat-coret, berbuat gaduh, atau merusak benda-benda yang ada di kelas.
  4. Setiap siswa membiasakan menjaga kebersihan ruang kelas, kamar kecil/toilet, halaman sekolah, kebun sekolah, dan lingkungan sekolah.
  5. Setiap siswa membiasakan membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.
  6. Setiap siswa menjaga suasana ketenangan belajar baik di kelas, perpustakaan, laboratorium, maupun di tempat lain di lingkungan sekolah.
  7. Setiap siswa membiasakan budaya antre dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan luar sekolah yang berlangsung bersama-sama.
  8. Setiap siswa menaati jadwal kegiatan sekolah, seperti penggunaan dan pinjaman buku di perpustakaan, penggunaan laboratorium, dan sumber belajar lainnya.
  9. Setiap siswa agar menyelesaikan tugas yang diberikan sekolah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pasal 5

SOPAN SANTUN PERGAULAN

Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah, setiap siswa harus:

  1. Mengucapkan salam terhadap teman, kepala sekolah, guru, dan pegawai sekolah apabila baru bertemu pada waktu pagi/siang hari atau akan berpisah pada waktu siang/sore hari.
  2. Menghormati sesama siswa, menghargai perbedaan agama yang dianut dan latar belakang sosial budaya yang dimiliki masing-masing teman baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  3. Menghormati ide, pikiran, pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman dan warga sekolah.
  4. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan menyatakan sesuatu yang benar adalah benar.
  5. Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain.
  6. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih kalau memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain.
  7. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur telah dilakukan dan meminta maaf apabila merasa melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain.
  8. Menggunakan bahasa (kata) yang sopan dan beradab yang membedakan hubungan dengan orang lebih tua dan teman sejawat, dan tidak menggunakan kata-kata kotor dan kasar, cacian, dan pornografi.

 

Pasal 6

UPACARA BENDERA DAN PERINGATAN HARI-HARI BESAR

  1. Upacara bendera (setiap Senin atau Sabtu)

Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam yang telah ditentukan sekolah.

  1. Peringatan hari-hari besar
    1. Setiap siswa mengikuti upacara peringatan hari besar nasional seperti hari kemerdekaan, hari Pendidikan Nasional, dll. sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    2. Setiap siswa wajib mengikuti upacara peringatan hari besar keagamaan seperti Maulid nabi, Isra Miraj, Idul Adha, dll. sesuai dengan agama yang dianut.

Pasal 7

KEGIATAN KEAGAMAAN

  1. Setiap siswa wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.
  2. Setiap siswa diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah sesuai dengan agama yang dianut.

Pasal 8

LARANGAN-LARANGAN

Siswa di sekolah dilarang melakukan hal-hal berikut:

  1. Merokok, meminum minuman keras, mengedarkan dan menkonsumsi narkotika, obat psikotropika, obat terlarang lainnya, dan berpacaran di lingkungan sekolah.
  2. Berkelahi baik perorangan maupun kelompok, di dalam sekolah atau di luar sekolah.
  3. Menbuang sampah tidak pada tempatnya.
  4. Mencoret dinding bangunan, pagar sekolah, perabot, dan peralatan sekolah lainnya.
  5. Berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina, atau menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah dengan kata sapaan, atau panggilan yang tidak senonoh.
  6. Membawa barang yang tidak ada hubungan dengan kepentingan kegiatan sekolah atau kegiatan pembelajaran, seperti senjata tajam atau alat-alat lain yang membahayakan keselamatan orang lain.
  7. Membawa, membaca/menonton, mengedarkan bacaan, gambar, sktesa, audio, video yang berbau pornografi.
  8. Membawa kartu/alat judi dan bermain judi.

Pasal 9

PENJELASAN TAMBAHAN

  1. Rambut siswa laki-laki dinyatakan panjang apabila rambut belakang melewati kerah baju, dan jika disisir ke depan menutupi alis mata.
  2. Yang dimaksud dengan kartu/alat judi adalah semua jenis alat permainan judi.
  3. Sepatu dinyatakan hitam apabila warna hitamnya lebih dominan.
  4. Pemanggilan orang tua siswa tidak dapat diwakilkan.

BAB II

PELANGGARAN DAN SANKSI

Siswa yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang tercantum dalam tatakrama dan tata tertib kehidupan sosial sekolah dikenakan sanksi seperti : teguran, penugasan, pemanggilan orang tua, skorsing, dan dikeluarkan dari sekolah.

PELANGGARAN DAN SANKSI

PELANGGARAN SANKSI
Terlambat datang ke sekolaha. < 15 menitb. .> 15 menit

c. .> 15 menit lebih dari 2 kali

a. Dicatat oleh piket dan masuk kelasb.Tugas dari piket selama jam pelajaran pertamaberlangsung

c. Dipulangkan langsung

Tidak membawa buku pelajaran pada jam pelajaran yang bersangkutan Belajar pelajaran yang bersangkutan di perpustakaan kecuali ada ulangan
Siswa berada di kelas waktu istirahat Ditegur dan diingatkan
Tidak shalat dhuhur atau ashar dan berjamaah (bagi siswa muslim) Ditegur dan disuruh langsung shalat
Keluar kelas pada waktu pergantian jam pelajaran atau setelah istirahat. Ditegur oleh guru yang sedang mengajar pada saat itu.
Tidak memakai atribut sekolah: badge atau lokasi sekolah, topi sekolah (saat upacara). Ditegur dan harus menggunakan atribut tersebut pada saat itu juga.
Tidak memakai seragam sekolah :a. Ikat pinggang tidak hitamb. Kaos kaki tidak putih

c. Sepatu tidak hitam

d. Pakaian seragam dicoret-coret

e. Pakaian seragam dirobek/dijahit tidak sesuai

dengan ketentuan.

f. Pakaian bawah (rok) putri di atas lutut

Poin a s.d. e : ditegur dan diingatkanPoin f : setelah dua kali ditegur, dipanggilOrang tua/wali
Memakai aksesoris lainnya.a. Gelang/kalung/anting/rantai bagi siswa putrab. Kaos oblong/baju luar non jaket

c. Sepatu sandal

d. Tas dengan coret-coret

e. Topi (bukan topi sekolah)

Butir a s.d. e :Barang-barang tersebut diambil dan tidak dikembalikan.
Membawa barang-barang tanpa rekomendasi dari guru terkait:a. Kaset atau LD atau VCDb. Gitar atau radio/walkman

c. Radio panggil/handphone

a. Diambil, dikembalikan melalui orang tuab. Diambil, dikembalikan melalui orang tuac. Diambil, dikembalikan melalui orang tua
Membawa atau menyimpan atau menggunakan atau menghisap atau meminum.Rokok, minumam beralkohol, obat terlarang, narkoba, buku porno, alat-alat lain yang tidak berkaitan dengan KBM seperti mainan, pemukul, senjata tajam. - Barang-barang tersebut disita dan tidakdikembalikan.- Memanggil orang tua yang bersangkutan

- Skorsing

- Khusus untuk kasus minuman keras, narkoba,

obat terlarang, dikeluarkan dari sekolah dan pada

kondisi tertentu diserahkan kepada pihak

berwajib.

Rambut, Kuku, dan Tatoa. Rambut gondrong atau potongan tidak rapiatau dikucir atau dicukur gundul

b. Kuku panjang atau dicat

c. Anggota badan ditato

a. Langsung dicukur atau dirapikanb. Langsung dipotong dan dihapusc. Diupayakan dihapus
MembolosBerjudi Dipanggil orang tua yang bersangkutan dan dikenakan sanksi khusus yang ditentukan dewan guru.
Mencuri Mengembalikan atau mengganti barang yang dicuri dan pemanggilan orang tua
Merusak barang orang lain dan fasilitas sekolah Mengganti barang yang rusak dan pemanggilan orang tua.
Berkelahi baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah Kedua belah pihak dihukum, yang memulai berkelahi lebih dahulu mendapat hukuman lebih berat.Pemanggilan orang tua dan sanksi khusus yang ditentukan oleh dewan guru.
Berbuat keonaran atau melakukan perbuatan (baik di luar maupun di dalam lingkungan sekolah) yang dapat mengakibatkan citra jelek sekolah. Pemanggilan orang tua (membuat pernyataan yang diketahui oleh orang tua, wali kelas, dan kepala sekolah).

BAB III

LAIN-LAIN

  1. Tatakrama dan tata tertib kehidupan sosial sekolah ini mengikat seluruh siswa.
  2. Tatakrama dan tata tertib ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
  3. Hal-hal yang tidak tercantum dalam tatakrama dan tata tertib ini akan diputuskan lebih lanjut melalui rapat dewan guru.

TATAKRAMA DAN TATA TERTIB KEHIDUPAN SOSIAL SEKOLAH

BAGI KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN PEGAWAI SEKOLAH

Pasal 1

KETENTUAN UMUM

  1. Tata hubungan kepala sekolah dengan semua warga sekolah (guru, pegawai, dan siswa) hendaknya mengacu pada nilai-nilai ketakwaan, budi pekerti, tatakrama, tata tertib, kdisiplinan, keberhasilan, dan keamanan. Hal ini diperlukan agar suasana kondusif di sekolah dapat terwujud sehingga kinerja semua warga sekolah meningkat.
  2. Tatakrama dan tata tertib di sekolah merupakan nilai dasar yang secara konsekuen harus dilaksanakan oleh warga sekolah untuk membentuk budi pekerti siswa sehingga berakhlak mulia.
  3. Untuk mendukung terlaksananya tatakarama dan tata tertib sekolah bagi siswa, diperlukan tatakrama dan tata hubungan kepala sekolah dengan siswa, guru, dan pegawai yang diatur sebagai berikut.

Pasal 2

KEPALA SEKOLAH

  1. Kepala sekolah sebagai pribadi
    1. Kepala sekolah sebagai bagian dari warga sekolah mempunyai peran sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, pemrakarsa, dan motivator merupakan figur yang harus menjadi teladan bagi siswa, guru, dan pegawai sekolah.
    2. Dalam menjalankan tuasnya sehari-hari, kepala sekolah hendaknya mengacu pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, budi pekerti yang luhur, serta konsekuen melaksanakan tatakrama dan tata tertib sekolah.
    3. Kepala sekolah harus memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kepribadian yang mantap, keberanian moral, disiplin tinggi, kejujuran, objektif dan berlaku adil, kepedulian serta suka membantu, mempunyai wawasan luas dan kewibawaan.
  1. Hubungan kepala sekolah dengan guru
    1. Kepala sekolah melakukan kerjasama yang baik dan harmonis dengan semua guru untuk mewujudkan sekolah yang efektif. Hubungan kepala sekolah dengan guru mencakup hubungan kedinasan, kemitraan (kolegial), dan kekeluargaan.
    2. Kepala sekolah dan guru memiliki visi yang sama dalam merencanakan san melaksanakan program pembelajaran, evaluasi belajar, melakukan analisis hasil evaluasi dan mengadakan program tindak lanjut program pembelajaran.
    3. Bersikap terbuka terhadap semua masukan, saran, dan kritik.
    4. Membantu guru dalam mencari alternatif dan pemecahan masalah yang berhubungan dengan proses pembelajaran.
    5. Tidak menegur atau memarahi guru di depan guru-guru lain atau siswa.
    6. Tidak berdebat sengit atau bertengkar dengan guru di depan siswa.
  1. Hubungan kepala sekolah dengan pegawai
    1. Kepala sekolah sebagai administrator hendaknya dapat memberi contoh dan membantu kelancaran tugas-tugas pegawai administrasi.
    2. 1

      Perlu kerjasama yang baik antara kepala sekolah dengan seluruh pegawai termasuk dengan petugas kebersihan sekolah/penjaga/pesuruh.

  1. Dalam meningkatkan kinerja pegawai di sekolah perlu adanya supervisi administrasi yang berkelanjutan oleh kepala sekolah.
  2. Dalam membuat rincian tugas pegawai dan analisis pekerjaan, kepala sekolah bekerjasama dengan kepala urusan tata usaha.
  1. Hubungan kepala sekolah dengan siswa
    1. Kepala sekolah melayani kebutuhan belajar siswa dan membantu memecahkan kesulitan belajar siswa.
    2. Memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasinya baik kurikuler maupun ekstrakurikuler.
    3. Tidak memarahi atau mempermalukan siswa di depan siswa lain atau di depan umum.

Pasal 3

GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

  1. Guru sebagai pribadi
    1. Memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kepribadian yang mantap, tatakrama sesuai yang berlaku di daerah setempat, menjadi panutan bagi siswa, jujur, adil, disiplin, berwibawa, dan berakhlak� mulia.
    2. Dalam melaksanakan tugasnya guru hendaknya menaati ketentuan dan peraturan yang berlaku di sekolah, seperti tidak merokok saat mengajar.
    3. Melaksanakan lima pembelajaran tugas pokoknya, yaitu membuat program pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang efektif, mengevaluasi pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, serta melaksanakan program tindak lanjut.
  1. Hubungan guru dengan guru

Hubungan guru dengan teman kolega dimaksudkan untuk menjalin hubungan kerja yang baik antarguru di sekolah sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang harmonis dalam mendukung program sekolah efektif.

  1. Diperlukan adanya saling pengertian dan tenggang rasa antara sesama guru.
  2. Saling membantu dalam melaksanakan tata tertib sekolah dan melaksanakan lima tugas pokok guru.
  3. Mau menerima pendapat sesama guru dan saling membantu memecahkan masalah yang dihadapi.
  4. Menepati janji terhadap teman sejawat, konsisten terhadap kesepakatan yang dibuat demi peningkatan mutu sekolah.
  5. Berkomunikasi aktif sehingga dapat menyampaikan saran dan kritik dengan bahasa yang sopan dan santun.
  6. Saling tukar informasi positif demi kemajuan di bidang pembelajaran dan program inovasi pembelajaran.
  7. Memberi contoh positif yang dapat memotivasi teman dalam peningkatan profesionalisme guru.
  8. Memberi pujian bila teman guru melakukan hal yang baik.
  9. Tidak menjelekkan atau mengkritik guru atau pegawai di depan siswa.
  10. Tidak berdebat sengit dengan guru lain atau pegawai di depan siswa.
  11. Mengingatkan teman guru yang melakukan kesalahan secara sopan.
  12. Aktif melaksanakan kegiata di luar KBM, tetapi menunjang profesi, misalnya seminar, kegiatan MGMP, pelatihan, dan semacamnya serta mengimbaskan pengetahuannya kepada teman guru sejawat.
  1. Hubungan guru dengan kepala sekolah
    1. Melaksanakan dengan baik tugas-tugas yang diberikan kepala sekolah.
    2. Mau menerima kritik dan saran setelah disupervisi klinis untuk pengembangan pembelajaran.
    3. Tidak menjelekkan atau mengkritik kepala sekolah di depan siswa atau di depan umum.
    4. Menjalankan tugas yang diberikan kepala sekolah dan siap menerima, serta membantu kepala sekolah dalam pembangunandan peningkatan mutu sekolah/kinerja belajar.
    5. Memberikan masukan atau saran positif dalam pengembangan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler.
    6. Memberikan gagasan-gagasan baru dalam melaksanakan dan meningkatkan 8K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kesejahteraan, kerindangan, dan kesehatan) di sekolah.
  1. Hubungan guru dengan pegawai
    1. Saling menghormati dan berlaku sopan.
    2. Membantu memperlancar tugas administrasi, misalnya mengisi kartu cuti, menyerahkan kelengkapan berkas kenaikan pangkat, dll.
    3. Memberikan masukan/saran untuk memajukan karier pegawai dan mampu memotivasi pegawai agar melanjutkan studi yang lebih tinggi.
  1. Hubungan guru dengan siswa
    1. Memberikan contoh dalam penegakan disiplin dan tata tertib, misalnya hadir tepat waktu di kelas, berpenampilan rapi, dll.
    2. Membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar tanpa membedakan status sosial, ekonomi, dan keadaan fisik siswa.
    3. Memotivasi siswa dalam belajar, berkarya, dan berkreasi.
    4. Mampu berkomunikasi dengan siswa untuk meningkatkan prestasi siswanya.
    5. Guru dapat menerima perbedaan pendapat siswa dan berani mengatakan yang benar dan salah tanpa menyinggung perasaan.
    6. Tidak mempermalukan siswa di depan siswa lain. Pendekatan terhadap siswa harus mengikuti prinsip-prinsip bimbingan terhadap siswa.

Pasal 4

PEGAWAI SEKOLAH

  1. Pegawai sebagai pribadi
    1. Sadar akan tugas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan memiliki tatakrama dan budi pekerti yang baik, berlaku jujur dan berakhlak mulia.
    2. Hadir dan pulang tepat waktu sesuai ketentuan yang ditetapkan sekolah.
    3. Berpakaian sopan dan rapi.
    4. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
    5. Saling menghormati dan dan menghargai teman sejawat.
    6. Mampu mengungkapkan pendapat.
    7. Memiliki motivasi untuk mengembangkan karier.
  1. Hubungan pegawai dengan kepala sekolah
    1. Memiliki program yang diketahui kepala sekolah dan melaksanakannya dengan baik.
    2. Sanggup melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas.
    3. Saling menghargai dan menghormati, serta siap membantu tugas-tugas kepala sekolah demi kelancaran penyelenggaraan sekolah dan peningkatan mutu sekolah.
    4. Menyampaiakn ide-ide positif guna kemajuan dan peningkatan kinerja sekolah.
  1. Hubungan pegawai dengan guru
    1. Pegawai mampu melayani dan mengurus guru dalam hal kepegawaian, seperti membantu guru memproses usulan kenaikan pangkat.
    2. Saling menghargai tugas masing-masing dan mau menerima pendapat yang benar dari guru dan berkomunikasi dengan bahasa yang sopan dan santun.
    3. Mau memberi saran dan menerima kritik guru.
  1. Hubungan pegawai dengan siswa
    1. Memberikan pelayanan yang optimal kepada siswa dalam menunjang proses pembelajaran.
    2. Ikut berperan aktif dalam kegiatan siswa.
    3. Mau menerima pendapat siswa bila itu benar dan mau menegur siswa bila melakukan kesalahan.
    4. Memuji siswa bila yang dilakukan siswa itu baik.
 
Layanan ini diselenggarakan oleh TELKOM SOLUTION untuk dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita majukan
bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna pada dunia pendidikan Indonesia.